6 Fitur Keren Galaxy Yang Hilang, Pengguna Lama Pasti Paham Kenapa Sayang Sekali

Samsung pernah punya deretan fitur yang membuat lini Galaxy terasa berbeda dari ponsel Android lain. Kini, sejumlah kemampuan itu justru tinggal cerita, dan banyak pengguna lama masih mengingatnya sebagai ciri khas yang sulit digantikan.

Yang menarik, fitur-fitur yang hilang itu tidak selalu tergolong mewah semata. Ada yang sebenarnya sangat berguna dalam keseharian, ada yang terasa futuristis, dan ada pula yang dulu jadi alasan kuat orang memilih Galaxy.

Pemindai iris yang terasa seperti teknologi masa depan

Samsung sempat membawa pemindai iris ke perangkat flagship melalui Galaxy Note 7. Fitur ini dipakai untuk membuka kunci perangkat dan mengaktifkan Samsung Pass.

Di lingkungan bisnis, pemindai iris juga dipakai agar pengguna berwenang bisa membuka aplikasi kerja tertentu. Namun, Samsung akhirnya menghentikannya saat Galaxy S10 hadir, dengan pertimbangan pemindai sidik jari dinilai lebih akurat.

Kepercayaan terhadap fitur ini juga sempat terganggu. The Guardian melaporkan ada peretas yang berhasil membypass pemindai iris pada Galaxy S8 hanya sebulan setelah peluncuran dengan memanfaatkan gambar mata pemilik perangkat.

Sensor kesehatan di belakang ponsel yang ikut menghilang

Galaxy S5 dan Galaxy Note 4 pernah membawa monitor detak jantung bawaan. Pengguna cukup meletakkan jari di sensor belakang ponsel untuk membaca detak jantung.

Samsung kemudian menambahkan sensor SpO2 di Galaxy S6 untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah. Cara pakainya juga sederhana, karena sensor yang sama di belakang perangkat digunakan untuk pembacaan.

Dua fitur itu akhirnya lenyap setelah Galaxy S10 dan Galaxy Note 9. Galaxy S10e bahkan disebut tidak lagi memiliki monitor detak jantung, sementara Samsung tampaknya lebih memusatkan fitur kesehatan ke perangkat wearable seperti Galaxy Watch.

Slot microSD yang dulu jadi alasan membeli Galaxy

Bagi banyak pengguna, expandable storage pernah menjadi daya tarik besar Galaxy. Slot microSD memberi ruang tambahan untuk foto, video, dan file lain tanpa bergantung penuh pada kapasitas internal.

Samsung pertama kali menghapus slot ini lewat Galaxy S6 pada 2015, lalu mengembalikannya di Galaxy S7 setelah reaksi pasar yang buruk. Namun, fitur itu kembali dihapus secara permanen saat Galaxy S21 meluncur.

Sejak saat itu, pengguna harus mengandalkan penyimpanan internal dan cloud. Di era orang makin sering merekam video dan menyimpan file besar, hilangnya microSD terasa jauh lebih menyulitkan.

LED notifikasi yang kalah oleh desain layar penuh

LED notifikasi dulu sangat membantu saat ponsel dalam mode senyap. Lampu kecil yang berkedip itu membuat pengguna tahu ada pesan atau pemberitahuan tanpa harus menyalakan layar.

Samsung mulai menyingkirkan fitur ini saat mendorong desain edge-to-edge. LED notifikasi dihapus dari Galaxy S10, dan terakhir kali fitur itu muncul ada pada lini Galaxy S9.

Sebagai pengganti, Samsung memperkenalkan Edge lighting. Fitur itu membuat tepi layar menyala sebagai penanda notifikasi, meski tampilannya tidak sesubtil lampu kecil yang dulu begitu ikonik.

IR blaster yang sempat mengubah ponsel jadi remote

IR blaster pernah menjadi salah satu fitur favorit pengguna setia Galaxy. Fungsinya memungkinkan ponsel mengendalikan TV dan perangkat lain yang memakai remote infra merah.

Galaxy S4 menjadi ponsel Galaxy pertama yang membawa fitur ini, sementara Galaxy S6 menjadi yang terakhir. Samsung lalu menghapusnya, diduga karena data penggunaan menunjukkan fitur itu tidak dipakai sebanyak yang dibayangkan.

Ada juga sinyal bahwa faktor biaya ikut berperan. Dengan menghapus komponen yang jarang dipakai, Samsung bisa memangkas biaya perangkat masa depan.

Layar Edge yang kini tinggal jejak kecil

Galaxy Note Edge pada 2014 membawa sisi kanan layar yang benar-benar melengkung keluar dari bodi ponsel. Area itu bisa dipakai untuk membuka aplikasi favorit dengan cepat, sekaligus menampilkan cuaca, suhu lokal, dan status baterai saat tidak digunakan.

Konsep itu berlanjut ke Galaxy S6 Edge, S7 Edge, hingga S23 Ultra. Namun, Samsung kemudian mengarahkannya menjadi Edge panel yang hanya muncul lewat geser dari sisi layar.

Edge panel masih ada, tetapi jauh lebih sederhana dibandingkan layar Edge fisik. Perubahan desain bodi yang makin tipis juga ikut membuat tampilan melengkung yang dulu mencolok perlahan menghilang dari jajaran Galaxy.

Baca Juga

Back to top button