Memori internal 512 GB kini tidak lagi jadi fitur yang hanya muncul di HP mahal. Di pasar 2026, kapasitas besar ini sudah bisa ditemui mulai Rp1,8 jutaan, sehingga pengguna yang sering kehabisan ruang simpan punya lebih banyak pilihan.
Perubahan ini penting karena ukuran aplikasi, foto, dan video terus membesar. Bagi banyak orang, 512 GB kini menjadi nilai jual yang sama pentingnya dengan chipset kencang, layar bagus, dan daya tahan baterai.
Pilihan paling murah tetap menarik
Di kelas paling terjangkau, Inoi A75 muncul sebagai nama yang paling mencolok. Ponsel ini dibanderol mulai Rp1,8 jutaan dan sudah membawa chipset MediaTek Helio G99, dipadukan dengan layar IPS 6,8 inci Full HD Plus.
Kombinasi itu tergolong jarang di rentang harga tersebut. Kehadiran memori 512 GB di kelas entry-level membuat Inoi A75 relevan untuk pengguna yang ingin ruang simpan besar tanpa menaikkan anggaran terlalu jauh.
Di kelas menengah, Redmi Note 14 5G hadir di kisaran Rp4,3 jutaan. Perangkat ini mengusung panel AMOLED 120 Hz dan chipset MediaTek Dimensity 7025 Ultra.
Fitur tambahannya juga mendukung pemakaian harian yang intens. Redmi Note 14 5G sudah dibekali NFC dan sistem pendingin untuk membantu menjaga kestabilan saat multitasking atau bermain gim.
Deretan Poco untuk performa lebih kencang
Poco menempatkan beberapa model sekaligus di segmen 512 GB dengan fokus berbeda. Poco X7 Pro 5G dijual sekitar Rp5,1 jutaan dengan chipset Dimensity 8400 Ultra dan memori UFS 4.0.
Spesifikasi itu mengarah pada kecepatan baca-tulis data yang lebih tinggi. Untuk pengguna yang sering memindahkan file besar atau membuka banyak aplikasi, kombinasi tersebut menjadi daya tarik utama.
Di atasnya, Poco X8 Pro dibanderol sekitar Rp5,6 jutaan. Model ini menonjol lewat fitur AI seperti Magic Eraser dan penggunaan sensor Sony IM882, sehingga lebih menarik untuk kebutuhan fotografi.
Pilihan performa tertinggi dari lini ini datang dari Poco F7. Dengan harga sekitar Rp6,4 jutaan, ponsel ini memakai Snapdragon 8S Gen 4 dan mencatat skor AnTuTu 2,1 juta poin.
Angka tersebut memberi gambaran kemampuan perangkat saat menangani beban berat. Poco F7 menjadi salah satu opsi kuat bagi pengguna yang mengejar pengalaman gaming tanpa kompromi di kelas 512 GB.
Opsi untuk gamer dan pengguna aktif
Infinix GT30 Pro juga masuk daftar yang layak diperhatikan. Ponsel seharga sekitar Rp5,7 jutaan ini menawarkan refresh rate 144 Hz, chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate, dan baterai 5.500 mAh.
Kombinasi tersebut mengarah pada pengalaman visual yang lebih mulus. Bagi gamer, layar 144 Hz dan baterai besar memberi nilai tambah yang sulit diabaikan di segmen harga menengah.
Selain performa, ada juga pengguna yang mengutamakan ketahanan bodi dan kualitas kamera. Di titik ini, Redmi Note 15 Pro 5G menjadi opsi berbeda dengan harga sekitar Rp5,9 jutaan.
Perangkat ini hadir dengan bodi bertema titan durability yang disebut tangguh terhadap benturan dan debu. Redmi juga membekalinya dengan kamera 200 MP plus OIS untuk hasil pengambilan konten yang lebih stabil.
Untuk pilihan yang paling lengkap di seri tersebut, Redmi Note 15 Pro Plus 5G hadir di kisaran Rp6,9 jutaan. Ponsel ini membawa baterai 6.500 mAh dan fast charging 100 watt.
Kapasitas baterai besar yang dipadukan pengisian cepat membuatnya cocok untuk mobilitas tinggi. Model ini menyasar pengguna yang ingin penyimpanan besar, daya tahan lama, dan pengisian ulang singkat dalam satu paket.
8 HP 512 GB termurah 2026
| Model | Harga |
|---|---|
| Inoi A75 | mulai Rp1,8 jutaan |
| Redmi Note 14 5G | Rp4,3 jutaan |
| Poco X7 Pro 5G | Rp5,1 jutaan |
| Poco X8 Pro | Rp5,6 jutaan |
| Infinix GT30 Pro | Rp5,7 jutaan |
| Redmi Note 15 Pro 5G | Rp5,9 jutaan |
| Poco F7 | Rp6,4 jutaan |
| Redmi Note 15 Pro Plus 5G | Rp6,9 jutaan |
Kehadiran delapan model ini menunjukkan bahwa kapasitas 512 GB kini semakin mudah dijangkau di banyak segmen. Pengguna tinggal menyesuaikan prioritas, apakah ingin harga paling murah, performa gaming, fitur kamera, ketahanan bodi, atau baterai besar untuk penggunaan seharian.
