5 Tikus Pembawa Hantavirus Yang Masih Berkeliaran Dekat Kita, Termasuk Di Indonesia

Hantavirus kembali menjadi perhatian karena virus ini tidak menular lewat udara, tetapi bisa berpindah melalui hewan, terutama tikus. Di sekitar manusia, ada sejumlah spesies yang diketahui dapat membawa virus ini dan sebagian di antaranya juga ditemukan di Indonesia.

Risikonya makin besar karena beberapa tikus hidup sangat dekat dengan pemukiman, selokan, kebun, hingga area lembap. Kondisi itu membuat kontak dengan urin, air liur, atau kotoran tikus lebih mungkin terjadi.

Tikus got dan tikus rumah paling dekat dengan manusia

Tikus got atau Rattus norvegicus kerap berkeliaran di selokan dan got. Ukurannya besar, bobotnya bisa mencapai 500 gram, dan panjangnya dapat mencapai 39 sentimeter.

Spesies ini bisa menyebarkan seoul virus yang dapat memicu gangguan ginjal dan gejala mirip demam berdarah. Animal Diversity Web juga menyebut tikus got dapat menularkan parasit dan menyebabkan infeksi jika menggigit.

Tikus rumah atau Rattus rattus juga membawa seoul virus. Kemenkes BKPK menjelaskan risikonya tinggi karena tikus ini hidup di area yang sama dengan manusia, terutama permukiman.

Tikus rumah tidak hanya muncul di wilayah terpencil atau pedesaan. Hewan ini juga ditemukan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung, serta penyebarannya telah mencapai Afrika, Eropa, dan Amerika.

Spesies kecil yang tetap berbahaya

Tikus padi kecil ekor panjang atau Oligoryzomys longicaudatus berasal dari Argentina dan Chile. Tubuhnya kecil, dengan panjang maksimal 22 sentimeter dan bobot 24 gram.

BRIN menjelaskan bahwa spesies ini dapat menyebarkan andes virus. Virus tersebut memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS, infeksi paru-paru berat yang dapat berujung pada gagal napas dan kematian bila tidak ditangani.

Tikus sawah rawa atau Oryzomys palustris juga dikenal sebagai inang utama hantavirus genotype Bayou. Texas Digital Library menyebut virus ini banyak ditemukan pada individu jantan yang sudah tua.

Penularan ke manusia dapat terjadi lewat kontak dengan cairan tubuh tikus, seperti urin dan air liur. Spesies semi akuatik ini hidup di area lembap, lincah, pandai berenang, dan hanya ditemukan di wilayah Amerika Serikat.

Tikus kaki putih juga perlu diwaspadai

Tikus kaki putih atau Peromyscus leucopus memiliki panjang maksimal 19 sentimeter. Hewan asli Amerika ini kerap dipelihara atau dijadikan objek percobaan, tetapi juga dikenal sebagai pembawa hantavirus yang berbahaya.

iNaturalist menyebut tikus kaki putih tidak hanya bisa membawa hantavirus, tetapi juga penyakit lain seperti penyakit Lyme. Bakteri berbahaya Borrelia burgdorferi juga dapat ditemukan di dalam tubuh tikus ini.

Lima spesies itu menunjukkan bahwa ancaman hantavirus bersifat global. Karena itu, populasi tikus perlu dikendalikan dan hewan liar tidak boleh disentuh sembarangan agar risiko penularan tetap rendah.

Source: www.idntimes.com

Terkait