Pasar mobil listrik bekas menawarkan jalan masuk dengan dana mulai Rp89 juta, ketika biaya kepemilikan kendaraan listrik kini perlu dihitung lebih teliti. Perubahan perlakuan pajak daerah membuat harga unit murah tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan sebelum membeli.
Pilihan yang tersedia mencakup city car untuk perjalanan dalam kota hingga SUV dan sedan dengan jarak tempuh lebih panjang. Calon pembeli dapat membandingkan harga, kemampuan jelajah, serta tenaga motor sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Pajak Daerah Kini Bergantung Kebijakan Wilayah
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 berlaku efektif mulai 1 April 2026 dan mengubah perlakuan pajak daerah bagi kendaraan listrik. Dalam aturan tersebut, kendaraan listrik tidak lagi disebut sebagai objek yang dikecualikan dari pajak.
Dengan perubahan ini, mobil listrik diperlakukan setara dengan kendaraan konvensional dalam kewajiban pajak daerah. Pajakku, seperti dikutip Suara.com, menyebut gubernur tetap dapat memberikan pembebasan atau pengurangan Pajak Kendaraan Bermotor hingga 100 persen.
Besaran insentif tidak akan selalu sama di setiap daerah karena bergantung pada kebijakan pemerintah wilayah setempat. Pembeli perlu memeriksa ketentuan di lokasi kendaraan akan didaftarkan sebelum menentukan unit yang ingin dibawa pulang.
Ringkasan 5 Pilihan Mobil Listrik Bekas
| Model | Harga Bekas | Jarak Tempuh | Tenaga |
|---|---|---|---|
| DFSK Seres E1 | Rp89 juta-Rp130 juta | 180-220 km | 25-30 kW |
| Wuling Air EV | Rp95 juta-Rp160 jutaan | 200-300 km | 30 kW |
| BYD Atto 1 | Rp150 juta-Rp225 juta | 300-380 km | 55 kW |
| Neta V | Rp150 juta-Rp250 juta | 380-401 km | 70 kW |
| Hyundai Ioniq Electric | Mulai Rp195 juta | 250-300 km | 100 kW |
1. DFSK Seres E1
DFSK Seres E1 menjadi pilihan dengan harga paling rendah dalam daftar ini, yakni Rp89 juta hingga Rp130 juta. Karakternya ditujukan untuk mobilitas jarak dekat di kawasan perkotaan.
Jarak tempuh Seres E1 berada di kisaran 180 sampai 220 km. Motor listriknya menghasilkan tenaga 25-30 kW dengan torsi hingga 100 Nm.
2. Wuling Air EV
Wuling Air EV tetap menarik bagi pengguna yang membutuhkan mobil berdimensi ringkas dan mudah diparkir. Harga bekasnya berada pada rentang Rp95 juta hingga Rp160 jutaan, bergantung varian yang dipilih.
Model ini memiliki jarak tempuh sekitar 200 hingga 300 km sesuai kapasitas baterainya. Tenaga motor mencapai 30 kW atau 40 hp, sementara torsinya tercatat 110 Nm.
3. BYD Atto 1
BYD Atto 1 dapat menjadi opsi bagi pembeli yang mencari SUV mungil dengan kualitas rancang bangun yang lebih premium. Unit bekasnya dipasarkan pada kisaran Rp150 juta hingga Rp225 juta.
Jarak tempuh BYD Atto 1 berada antara 300 dan 380 km. Motor listriknya menghasilkan tenaga 55 kW atau 73 hp serta torsi 135 Nm.
4. Neta V
Neta V menonjol karena menawarkan kemampuan jelajah yang lebih jauh dibanding beberapa pesaing dalam rentang harga serupa. SUV listrik ini dijual di pasar bekas dengan harga Rp150 juta hingga Rp250 juta.
Jarak tempuh Neta V tercatat 380 sampai 401 km. Motor listriknya menghasilkan tenaga 70 kW atau 94 hp dengan torsi 150 Nm.
5. Hyundai Ioniq Electric
Hyundai Ioniq Electric menyasar pembeli yang mengutamakan kenyamanan serta efisiensi sedan listrik. Harga unit bekasnya dimulai dari sekitar Rp195 juta.
Dalam penggunaan nyata, jarak tempuhnya berada pada kisaran 250 hingga 300 km. Tenaganya mencapai 100 kW atau 134 hp dengan torsi 295 Nm, tertinggi dalam daftar ini.
Kondisi baterai dan kendaraan tetap perlu menjadi perhatian saat memilih mobil listrik bekas, selain kemampuan jarak tempuh yang sesuai kebutuhan. Perubahan pajak mobil listrik juga membuat kebijakan insentif daerah layak diperiksa bersama harga unit dan spesifikasinya.
