Cuaca panas membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, sementara pilihan makanan justru bisa memperburuk kondisi itu. Beberapa jenis makanan dikenal memicu rasa haus lebih kuat, meningkatkan produksi urine, atau mendorong tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak.
Di tengah suhu terik atau musim kemarau, hal seperti ini sering luput diperhatikan. Padahal, makanan yang tampak biasa bisa ikut menambah risiko dehidrasi jika dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi asupan minum yang cukup.
Daging olahan dan acar sama-sama tinggi natrium
Daging olahan seperti sosis, kornet, dan nugget memang praktis, tetapi umumnya tinggi natrium. Saat kadar natrium meningkat, tubuh akan berusaha menyeimbangkan cairan dan kondisi ini bisa memicu rasa haus lebih intens.
Acar juga masuk kelompok yang perlu dibatasi karena sering mengandung natrium tinggi. Jika ingin tetap menyajikannya sebagai pelengkap, pilih yang kandungan garamnya lebih rendah agar asupan natrium tidak berlebihan.
Makanan pedas dapat membuat keringat keluar lebih banyak
Makanan pedas tidak langsung menyebabkan dehidrasi, tetapi efeknya bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat lewat keringat. Penyebab utamanya adalah capsaicin, senyawa dalam cabai yang memberi sensasi pedas.
Capsaicin mengaktifkan reseptor di mulut dan tenggorokan, lalu tubuh merespons seolah-olah sedang kepanasan. Pada cuaca yang sudah panas, kondisi ini bisa membuat tubuh terasa makin tidak nyaman jika cairan yang masuk tidak cukup.
Camilan manis bisa mengganggu keseimbangan cairan
Permen, kue, dan camilan manis lain sering terasa menggoda, tetapi asupan gula yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Saat kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh menarik cairan dari sel.
Tubuh juga cenderung meningkatkan produksi urine untuk membuang kelebihan gula dan menjaga keseimbangan. Karena itu, makanan manis tidak ideal dikonsumsi berlebihan ketika tubuh sedang mudah haus.
Asparagus tetap sehat, tetapi punya efek diuretik
Asparagus dikenal sebagai sayuran rendah kalori yang kaya vitamin K, folat, serat, dan antioksidan. Sayuran ini juga mudah diolah, mulai dari ditumis, direbus, hingga dipanggang.
Meski begitu, asparagus mengandung asparagin yang memiliki efek diuretik. Senyawa ini dapat mendorong tubuh memproduksi lebih banyak urine dan meningkatkan kehilangan cairan.
Bijak memilih makanan saat cuaca terik
Ketika suhu sedang tinggi, tubuh memang lebih rentan kehilangan cairan dan asupan harian perlu dijaga lebih cermat. Membatasi daging olahan, mengontrol camilan manis, dan tidak berlebihan saat makan pedas bisa membantu tubuh tetap seimbang.
Pada saat yang sama, porsi tetap penting ketika mengonsumsi sayuran seperti asparagus. Kuncinya adalah menjaga kecukupan minum sepanjang hari agar makanan tidak ikut menambah beban hidrasi tubuh.
Source: www.beautynesia.id






