5 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bikin Daging Kurban Cepat Busuk, Jangan Ulangi

Menjelang Idul Adha, daging kurban biasanya berpindah tangan, lalu masuk ke dapur dan kulkas dalam jumlah besar. Pada tahap penyimpanan inilah banyak daging justru cepat rusak karena kebiasaan sederhana yang terlihat sepele.

Masalahnya, daging mentah sangat sensitif terhadap air, oksigen, suhu, dan tangan yang tidak higienis. Jika salah langkah, kualitas daging bisa turun cepat dan risiko pembusukan meningkat hanya dalam waktu singkat.

Salah satu kebiasaan yang paling sering dianggap benar adalah mencuci daging sebelum disimpan. Padahal, air keran dapat membawa bakteri dan membuat permukaan daging makin lembab.

Kondisi lembab memberi ruang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak lebih cepat. Cara yang lebih aman adalah menepuk permukaan daging mentah dengan tisu kering dan bersih agar tetap higienis tanpa menambah kelembaban.

Kebiasaan lain yang sering luput adalah menyimpan daging dalam wadah terbuka atau penutup yang tidak rapat. Daging mentah yang sudah dipotong sebaiknya langsung masuk ke wadah kedap udara, seperti kotak plastik atau kantong makanan berpenutup zip-lock.

Tanpa pelindung yang rapat, daging lebih mudah terpapar oksigen dan aroma tajamnya juga bisa menyebar ke bahan makanan lain. Kontak dengan oksigen dapat mengubah warna daging dari merah menjadi cokelat melalui proses oksidasi yang ikut memicu pembusukan lemak.

Kesalahan berikutnya adalah membekukan ulang daging yang sudah dicairkan. Saat daging beku mencair, mikroba di dalamnya akan aktif dan mulai membelah diri.

Jumlah bakteri dapat melonjak hanya dalam hitungan jam, sehingga daging sebaiknya segera diolah setelah keluar dari freezer. Membekukannya kembali memang membuat bakteri tertidur, tetapi jumlahnya sudah terlanjur banyak dan dapat merusak kualitas daging.

Healthline menyebut daging masih bisa dibekukan ulang jika belum lebih dari dua jam berada di luar kulkas atau satu jam pada suhu 32°C. Namun, aturan itu tetap menuntut kehati-hatian agar daging tidak keburu berada terlalu lama di suhu ruang.

Tangan kotor juga ikut mempercepat pembusukan. Banyak mikroorganisme menempel di telapak tangan dan berpindah saat seseorang menyentuh benda lain, termasuk daging mentah.

Risiko ini bukan hanya membuat daging lebih cepat rusak, tetapi juga meningkatkan risiko keracunan makanan. Karena itu, tangan perlu dibasuh dengan sabun dan air mengalir setidaknya 20 detik sebelum mengolah daging.

Suhu penyimpanan yang tidak dijaga juga sering menjadi penyebab utama daging cepat rusak. World Health Organization menyebut daging segar perlu disimpan di bawah suhu 5°C.

Jika suhu berada di atas batas itu, bakteri dapat berkembang dan merusak kualitas daging dalam waktu singkat. Kebiasaan sering membuka-tutup pintu kulkas juga sebaiknya dihindari jika tidak perlu.

Perubahan suhu dari pintu kulkas yang terlalu sering dibuka dapat mengganggu kondisi dingin yang optimal. Akibatnya, daya simpan daging berkurang dan kandungan gizinya juga lebih sulit bertahan lebih lama.

Lima kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar terhadap ketahanan daging kurban di rumah. Dengan penyimpanan yang bersih, wadah tertutup rapat, dan suhu kulkas yang stabil, risiko daging cepat membusuk bisa ditekan sejak awal.

Source: yoursay.suara.com

Baca Juga

Back to top button