5 Kebiasaan Sarapan yang Dihindari Dokter Jantung Ini Sebelum Jam 9 Pagi

Author: Cung Media

Pagi hari bukan waktu yang ringan bagi jantung. Saat tubuh baru beralih dari mode istirahat ke mode aktif, kortisol meningkat, tekanan darah ikut naik, dan variabilitas detak jantung menurun.

Karena itu, pilihan sarapan sebelum pukul 9 pagi bisa ikut menentukan seberapa stabil tubuh memulai hari. Dokter spesialis jantung Dr. Sanjay Bhojraj, MD, menilai ada beberapa kebiasaan makan pagi yang sebaiknya dihindari agar sistem kardiovaskular tidak terbebani sejak awal.

1. Kopi manis bukan menu pembuka

Kopi manis memang terasa menyenangkan di pagi hari, tetapi minuman ini bisa memicu lonjakan glukosa dan meningkatkan kadar insulin. Dalam jangka panjang, pola seperti ini dapat menambah stres metabolik.

Efek lain yang disebutkan adalah rasa lapar datang lebih cepat, sehingga energi terasa kurang stabil setelahnya.

2. Kue sarapan yang terlalu olahan

Croissant, muffin, dan danish sering jadi pasangan kopi, tetapi makanan ini tidak disarankan apalagi saat perut kosong. Jenis kue seperti ini umumnya tinggi karbohidrat olahan dan lemak jenuh.

Tanpa serat atau protein yang cukup, tubuh bisa mengalami lonjakan gula darah yang cepat lalu turun cepat. Untuk jantung pada jam-jam awal pagi, pola naik-turun seperti ini bukan kondisi yang ideal.

Menu yang Diwaspadai Risiko Utama
Kopi manis Lonjakan glukosa, insulin naik, energi cepat turun
Croissant, muffin, dan danish Gula darah naik-turun cepat, minim serat dan protein
Bacon, sosis, dan ham Tinggi sodium, lemak jenuh, dan pengawet
Minuman energi Tekanan ekstra pada sistem kardiovaskular, detak jantung dan tekanan darah meningkat

3. Daging olahan sebaiknya tidak rutin di pagi hari

Bacon, sosis, dan ham memang praktis, tetapi daging olahan sering tinggi sodium dan lemak jenuh. Produk ini juga mengandung pengawet yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.

Sesekali masih dinilai tidak masalah, namun kebiasaan menjadikannya menu rutin dapat merugikan kesehatan jantung dalam jangka panjang.

4. Minuman energi memberi tekanan tambahan

Minuman energi mengandung kafein, gula, dan stimulan yang dapat membebani sistem kardiovaskular. Dampaknya bisa berupa kenaikan detak jantung dan tekanan darah.

Pada sebagian orang, minuman ini bahkan dapat memicu aritmia. Risikonya terasa lebih besar setelah bangun tidur, saat tubuh belum sepenuhnya siap untuk aktivitas berat.

5. Sarapan tetap dianjurkan, tapi pilih yang lebih aman

Menghindari lima kebiasaan di atas bukan berarti sarapan boleh dilewatkan. Dr. Sanjay tetap menyarankan tubuh terhidrasi dan tetap sarapan di pagi hari.

Ia menyebut sarapan sehat sebaiknya berisi protein dan serat, seperti telur rebus dan buah-buahan. Sebelum minum kopi, air putih juga disarankan lebih dulu agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Dengan pilihan yang lebih sederhana dan seimbang, pagi hari tidak perlu dimulai dengan beban tambahan pada jantung. Bagi banyak orang, perubahan kecil seperti ini justru bisa membuat energi lebih stabil sampai siang.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru