Jauh sebelum perangkat pintar terasa biasa, sejumlah ide paling penting sudah diuji pada 1960-an. Banyak di antaranya tampak mahal, canggung, dan belum siap untuk pasar, tetapi justru dari sana lahir fondasi teknologi yang dipakai hari ini.
Dekade itu memperlihatkan pola yang berulang dalam sejarah inovasi. Gagasan sering muncul lebih dulu dalam bentuk kasar, lalu baru menemukan waktu yang tepat setelah teknologi, biaya, dan kebiasaan pengguna ikut berubah.
Internet Dimulai Dari Jaringan Riset
Fondasi internet modern mulai terbentuk lewat ARPANET pada 1969. Jaringan ini dibuat oleh U.S. Department of Defense untuk membantu peneliti berkomunikasi dan berbagi informasi lewat komputer yang terpisah jarak jauh.
Di baliknya ada packet switching, metode yang membuat data bisa melintasi jaringan tanpa bergantung pada satu titik pusat. Dari pengembangan itu kemudian lahir TCP/IP, protokol yang masih dipakai untuk menghubungkan perangkat lintas jaringan sampai sekarang.
Video Call Sudah Dicoba Saat Banyak Orang Belum Siap
Teknologi panggilan video juga bukan temuan baru. Pada April 1964, Bell Labs milik AT&T memperkenalkan Picturephone di World’s Fair New York, lengkap dengan delapan bilik demo dan satu instalasi tambahan di Disneyland, Anaheim.
Minat pengunjung memang besar, tetapi layanan komersialnya tidak langsung berhasil. Di New York City, Chicago, dan Washington, D.C., layanan yang dibuka pada Juni 1964 hanya mencatat 71 panggilan dalam enam bulan pertama, sementara layanan komersial di Pittsburgh pada 1970 juga gagal menarik pasar.
Hambatan utamanya adalah biaya. Menyewa dua ruang untuk percakapan pada Juni 1964 memakan biaya $16–$27 untuk tiga menit pertama, sementara paket Pittsburgh dibanderol $160 per bulan plus $0.25 per menit tambahan.
LED Awal Masih Jauh Dari Murah
LED praktis untuk penggunaan komersial sudah ada pada 1961, lalu Texas Instruments merilis produk LED pertama pada tahun berikutnya. Namun, biayanya jauh lebih mahal dibanding bohlam pijar dan kinerjanya masih redup.
Perkembangan terbesar justru datang setelah LED biru berhasil diciptakan. Temuan itu membuka jalan bagi lampu putih terang dan layar warna penuh, termasuk yang kini umum dipakai pada smartphone.
Begitu pentingnya terobosan ini sampai para ilmuwan yang menciptakan LED biru meraih Hadiah Nobel Fisika. Hingga kini, riset LED masih terus menghasilkan terobosan baru.
Wearable Computer Pertama Lahir Dari Dunia Judi
Sebelum jam tangan pintar dipakai untuk kebugaran dan produktivitas, wearable computer pertama justru dibuat untuk roulette. Pada 1961, dua matematikawan MIT, Edward Thorp dan Claude Shannon, mengembangkan komputer kecil untuk memprediksi hasil permainan itu.
Perangkat tersebut seukuran bungkus rokok, disembunyikan pada tubuh pengamat, lalu dioperasikan lewat sakelar di dalam sepatu. Pengguna memasukkan data dengan ibu jari kaki, dan hasil perhitungan dikirim ke penerima di telinga melalui nada audio.
Thorp dan Shannon mengujinya di Las Vegas dan hasilnya cukup akurat, meski kabel ke speaker sering putus. Mereka tidak melanjutkan proyek itu karena khawatir tertangkap, lalu Thorp kemudian mengembangkan perangkat lain sebelum Nevada melarang alat semacam itu pada 1985.
Robot Cerdas Sudah Dirancang Sejak 1960-An
Akar robot cerdas juga bisa ditelusuri ke dekade ini lewat Shakey the Robot dari SRI International. Proyek yang berjalan dari 1966 sampai 1972 itu dianggap sebagai robot mobile pertama yang mampu mengenali lingkungan sekitarnya dan menalar berdasarkan informasi yang diterima.
Shakey bisa menjalankan tugas yang membutuhkan perencanaan, pencarian rute, dan pemindahan objek sederhana. Kemampuannya terlihat dasar jika dibandingkan dengan robot masa kini, tetapi pada saat itu merupakan lompatan besar.
Dampaknya juga terasa di ilmu komputer. Pengembangan Shakey ikut mendorong lahirnya A* search algorithm untuk mencari jalur terpendek dan Hough transform untuk mendeteksi bentuk geometris dalam citra digital.
Sejumlah ide dari 1960-an memang tidak langsung meledak di pasar. Tetapi dari jaringan komputer, video call, LED, wearable computer, hingga robot cerdas, dekade itu sudah memperlihatkan seperti apa masa depan akan dibangun.
