MacBook Neo memang menarik perhatian karena bodinya tipis, berbahan aluminium, dan memakai chip iPhone yang dinilai cukup mumpuni untuk menjalankan game AAA. Namun, ada lima fitur di MacBook Air yang justru membuatnya masih terasa lebih matang untuk pemakaian harian.
Perbedaan paling terasa bukan sekadar soal performa. Dalam aktivitas sehari-hari, kenyamanan mengetik, kualitas layar, konektivitas, hingga kecepatan mengisi daya bisa menjadi pembeda yang jauh lebih penting.
1. Trackpad Force Touch yang lebih responsif
MacBook Neo tidak dibekali Trackpad Force Touch, padahal teknologi ini sudah hadir di MacBook sejak 2015. Sistem haptic feedback membuat sensasi klik terasa konsisten di seluruh permukaan trackpad.
Fitur ini juga memberi akses ke Force Click untuk fungsi tambahan saat pengguna menekan lebih kuat. Dalam penggunaan harian, pengalaman navigasi terasa lebih presisi dan nyaman.
2. True Tone untuk tampilan layar yang lebih natural
MacBook Air punya True Tone, sementara MacBook Neo tidak menawarkannya secara resmi. Fitur ini menyesuaikan warna dan intensitas layar dengan cahaya sekitar agar tampilan lebih nyaman di berbagai kondisi.
Neo tetap bisa menyesuaikan layar berdasarkan cahaya sekitar, dan Apple mengakui ada sensor di dekat kamera. Meski begitu, sebagian pengguna menilai penyesuaiannya terlalu agresif dan tidak sehalus implementasi di MacBook Air.
3. Keyboard backlit yang membantu di tempat gelap
MacBook Neo masih memakai Magic Keyboard yang dipuji karena nyaman dan lebih mudah diperbaiki jika rusak. Namun, keyboard itu tidak dilengkapi backlit, padahal fitur ini sudah jadi standar di hampir semua MacBook lain termasuk MacBook Air.
Ketiadaan lampu latar membuat mengetik di ruangan minim cahaya jadi kurang praktis. Pengguna harus lebih sering melihat keyboard, terutama saat bekerja di kelas, ruang meeting, atau kafe yang redup.
4. Dukungan Thunderbolt untuk transfer dan kerja berat
MacBook Air sudah mendukung Thunderbolt, sedangkan MacBook Neo hanya mengandalkan USB 3 dan USB 2. Thunderbolt bukan sekadar port USB-C dengan nama berbeda, karena teknologinya menawarkan bandwidth tinggi untuk monitor, SSD, dan perangkat lain.
Dalam pemakaian biasa, banyak orang mungkin tidak langsung merasakan bedanya. Namun, perbedaan itu akan terasa saat memindahkan file besar atau memakai SSD eksternal untuk pekerjaan berat seperti editing video.
5. Fast-charging yang jauh lebih cepat
Salah satu kekurangan terbesar MacBook Neo ada pada pengisian daya. Neo hanya mendukung pengisian hingga 20W lewat USB-C, jauh di bawah MacBook Air yang mendukung fast-charging hingga 70W atau lebih.
Dampaknya terasa jelas dalam penggunaan harian. Dengan charger bawaan, Neo bisa butuh sekitar 4 jam untuk penuh, sementara MacBook Air bisa mencapai 50% dalam 30 menit.
Meski begitu, Neo masih punya daya tahan baterai yang panjang. Apple mengklaim baterainya bisa bertahan hingga 16 jam, sehingga perangkat ini tetap aman dipakai seharian dan diisi ulang pada malam hari.
Perbedaan ini membuat MacBook Air masih unggul bagi pengguna yang membutuhkan laptop tipis tetapi tetap mengutamakan kenyamanan, kecepatan, dan fleksibilitas. Neo memang menawarkan daya tarik tersendiri, namun lima fitur tadi menunjukkan bahwa MacBook Air masih berada satu langkah di depan untuk pengalaman yang lebih lengkap.
Source: www.idntimes.com






