Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa yang bisa dibaca setiap hari untuk berbagai keadaan hidup. Dari memohon kebaikan dunia dan akhirat, berlindung dari kesulitan, hingga meminta ampunan, semuanya dirangkum dalam amalan yang dekat dengan keseharian seorang muslim.
Kelima doa ini juga menunjukkan bahwa ibadah tidak berhenti pada salat dan zikir, tetapi hadir dalam situasi paling praktis. Ada doa untuk orang yang sedang sakit, doa perlindungan dari bahaya, dan doa yang dibaca saat hati sedang dibebani masalah.
1. Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat
Doa ini menjadi salah satu yang paling sering dibaca karena memuat permohonan yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Dalam Al-Baqarah ayat 201, doa ini juga disertai permohonan agar dijauhkan dari siksa api neraka.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘ażāban-nār.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.” Doa ini dianjurkan dibaca setelah salat maupun pada berbagai kesempatan.
2. Doa ketika menghadapi kesulitan
Setiap orang bisa mengalami kegelisahan, tekanan hidup, atau kelemahan saat berjuang melewati ujian. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk berlindung dari kesedihan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, utang, dan penindasan manusia.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allāhumma innī a’ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wal-‘ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa ḍala’id-dayni wa ghalabatir-rijāl.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.” Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.
3. Doa memohon kesembuhan dari penyakit
Ketika sakit, Islam mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar sambil berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan permohonan agar penyakit diangkat dan kesembuhan datang dari Allah Swt semata.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allāhumma Rabban-nās, adzhibil-ba’sa, isyfi Antasy-Syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” Doa ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
4. Doa memohon perlindungan dari bahaya
Doa perlindungan ini dianjurkan dibaca pada pagi dan petang agar Allah Swt menjaga seorang muslim dari berbagai keburukan. Isinya menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan jika Allah telah menyertai dengan nama-Nya.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma’asmihi syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa Huwas-Samī’ul-‘Alīm.
Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
5. Sayyidul istigfar, doa memohon ampunan
Sayyidul istigfar dikenal sebagai penghulu istigfar dan menjadi salah satu doa utama yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini menegaskan pengakuan seorang hamba atas nikmat, dosa, dan ketergantungannya pada ampunan Allah Swt.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta Rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ūdzu bika min syarri mā shana’tu, abū’u laka bini’matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji dan perjanjian kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kuperbuat. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” Doa ini dianjurkan dibaca setiap pagi dan petang.
Kelima doa tersebut memperlihatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu melibatkan Allah Swt dalam berbagai keadaan. Mulai dari mencari kebaikan dunia dan akhirat, menghadapi kesulitan, memohon kesembuhan, menjaga diri dari bahaya, hingga meminta ampunan atas dosa, semuanya bisa diamalkan setiap hari.
Source: www.beritasatu.com






