5 Burung Penimbun Makanan Paling Tak Disangka, Ada yang Menyimpan Ratusan Ribu Butir

Author: Cung Media

Menimbun makanan adalah strategi bertahan hidup yang umum di alam liar, tetapi pada beberapa burung perilaku ini berubah menjadi kebiasaan luar biasa. Ada yang menyembunyikan simpanan dalam jumlah sangat besar untuk menghadapi musim ketika makanan sulit dicari.

Dalam beberapa kasus, “tabungan” itu bahkan mencapai ratusan ribu butir dalam setahun. Menariknya, sebagian simpanan yang terlupa justru bisa tumbuh menjadi tanaman baru dan membantu penyebaran biji di hutan.

1. Pipit Bertopi Hitam

Pipit bertopi hitam dikenal menyimpan makanan selama bulan-bulan yang lebih hangat. Beberapa perkiraan menyebut seekor burung dapat menyembunyikan hingga 500.000 makanan per tahun.

Pada musim dingin, burung ini memakan biji-bijian, buah beri, dan bahan tumbuhan lain. Mereka juga memakan serangga, telur dan pupa, laba-laba, lemak hewan, potongan daging, serta lemak.

2. Tufted Titmouse

Tufted titmouse adalah burung kecil abu-abu dengan suara menggema yang hidup di hutan gugur bagian timur. Spesies ini juga sering mendatangi tempat makan burung.

Sekitar dua pertiga makanannya berasal dari materi hewan seperti serangga, laba-laba, dan siput. Sisanya terdiri dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan beri, dengan pilihan utama pada biji yang paling besar.

Burung Fokus Makanan Cara Menyimpan
Pipit Bertopi Hitam Biji-bijian, buah beri, serangga, telur, pupa, laba-laba, lemak hewan Menyembunyikan simpanan dalam jumlah sangat besar
Tufted Titmouse Serangga, laba-laba, siput, biji-bijian, kacang-kacangan, beri Membawa biji satu per satu ke tempat bertengger aman, lalu menyimpannya di lubang pohon atau balik kulit kayu

Saat menyimpan makanan, burung ini membawa biji satu per satu ke tempat bertengger yang aman. Cangkangnya biasanya dibuang lebih dulu sebelum biji disembunyikan di lubang kecil pohon atau di balik kulit kayu.

3. Blue Jay

Blue jay termasuk burung omnivora yang mudah beradaptasi. Selain kacang dan biji-bijian, burung ini juga memakan beri, serangga, dan katak.

Blue jay bahkan terkadang membongkar sarang tawon untuk memakan larva di dalamnya. Biji ek, hazelnut, hickory, dan kacang liar lain bisa menyumbang 40 persen atau lebih dari makanannya.

Untuk membuka makanan keras itu, blue jay menahannya dengan satu kaki lalu memukulnya menggunakan paruh. Burung ini juga punya kantung tenggorokan yang dapat mengembang untuk menyimpan kacang tanah atau biji ek sementara.

Blue jay mengubur biji dan kacang di tanah, kadang hingga sejauh 2 1/2 mil dari sumbernya. Kebiasaan itu membuatnya ikut berperan dalam penyebaran biji di alam.

4. Elang Cooper

Tidak semua penyimpan makanan adalah burung pemakan biji. Elang Cooper, burung pemangsa berukuran sedang dari Amerika, juga menyimpan makanan berlebih di cabang dekat sarang selama musim kawin.

Spesies ini hidup di banyak habitat, mulai dari hutan campuran dan hutan gugur hingga hutan pinus dan daerah pegunungan berhutan. Elang Cooper terkenal oportunistik dan terutama memburu burung kecil hingga sedang.

Mangsanya juga bisa meliputi kelelawar, tikus, tupai, katak, ular, ikan, dan burung pemangsa kecil lain. Burung ini berburu dari tempat bertengger atau saat terbang rendah, lalu menyerang cepat setelah mendeteksi mangsa.

5. Pelatuk Perut Merah

Pelatuk perut merah punya menu yang jauh lebih beragam. Makanannya meliputi kacang-kacangan, buah-buahan, katak, ikan kecil, anak burung, telur burung kicau, invertebrata, getah, dan nektar.

Salah satu makanan favoritnya adalah biji ek. Burung ini memetik biji ek, membawanya dengan paruh ke pohon atau tiang, lalu menekannya ke celah dan memecahkan cangkangnya dengan paruh.

Pelatuk perut merah sering menyimpan makanan sepanjang tahun, terutama pada musim gugur. Simpanannya mencakup biji ek, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, daging buah, biji jagung, lemak, kacang tanah utuh, dan serangga.

Perilaku menimbun makanan pada burung-burung ini menunjukkan betapa pentingnya cadangan saat musim berubah. Pada saat yang sama, simpanan yang terlupa juga bisa memberi dampak ekologis yang lebih luas lewat tumbuhnya tanaman baru.

Source: www.idntimes.com
Terbaru