5 Buku Fiksi Favorit Member EXO Ini Ternyata Punya Pesan yang Relate Banget Dengan Hidup

Di tengah jadwal yang padat, pilihan buku fiksi member EXO justru menarik karena banyak yang memuat tema dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari kritik sosial, pencarian jati diri, hingga drama emosional, daftar bacaan mereka memperlihatkan selera yang beragam dan reflektif.

Rekomendasi buku dari para member EXO juga kerap dicari penggemar karena judul-judulnya bukan sekadar populer. Banyak di antaranya punya cerita yang kuat, karakter yang menarik, dan pesan yang membuat pembaca berhenti sejenak untuk merenung.

Suho dan kisah tentang waktu yang dicuri

Salah satu buku yang dibaca Suho adalah Momo karya Michael Ende. Novel ini juga dikenal dengan judul The Grey Gentlemen atau The Men in Grey dan pertama kali terbit pada 1973.

Setahun setelah terbit, buku itu meraih Deutscher Jugendliteratur Preis. Ceritanya mengikuti Momo, gadis kecil pemberani yang melawan pencuri waktu misterius bernama Tuan Kelabu.

Melalui kisah itu, Michael Ende menyampaikan kritik sosial terhadap gaya hidup modern yang terlalu sibuk. Pesan utamanya mengajak pembaca untuk lebih bijak menghargai waktu.

Kai dan detektif yang bergerak dari sudut pandang pelaku

Kai termasuk member yang punya lebih dari satu buku favorit. Salah satunya adalah The Devotion of Suspect X karya Keigo Higashino, novel yang menawarkan pendekatan berbeda dari cerita detektif pada umumnya.

Cerita ini tidak hanya fokus pada siapa pelakunya, tetapi juga pada cara kejahatan disusun. Tokoh utamanya adalah Tetsuya Ishigami, guru matematika yang menyusun alibi untuk menutupi kejahatan tetangganya.

Di sisi lain, Manabu Yukawa, fisikawan jenius berjuluk Detektif Galileo, berusaha mengungkap kebenaran. Ishigami dan Yukawa juga merupakan sahabat lama, sehingga hubungan emosional ikut memperkuat konflik cerita.

Pilihan Kai lain yang menguras emosi

Buku favorit lain dari Kai adalah I Want to Eat Your Pancreas karya Sumino Yoru. Judulnya memang mengejutkan, tetapi maknanya bersifat kias dan mengarah pada drama romantis yang mengharukan.

Cerita dimulai saat tokoh “Aku” menemukan buku di lorong rumah sakit. Buku itu ternyata buku harian milik Sakura Yamauchi, siswi populer yang menderita penyakit pankreas dan diperkirakan tak akan hidup lama.

Pertemuan mereka menjadi awal hubungan yang berkembang menarik. Dari situ, cerita bergerak pada tema kedekatan, kehilangan, dan emosi yang muncul perlahan.

Chanyeol dan novel klasik tentang pencarian diri

Chanyeol diketahui pernah membaca Demian karya Hermann Hesse. Novel klasik ini pertama kali terbit pada 1919 dan masih dianggap relevan hingga sekarang.

Kisahnya mengikuti Emil Sinclair, pemuda dari keluarga berada yang tumbuh dengan tuntutan moral dan pendidikan tinggi. Namun, tekanan itu membuatnya merasa terkungkung dalam hidup yang ia jalani.

Perubahan besar terjadi saat Sinclair bertemu Max Demian, teman sekolah yang punya cara pandang unik. Sejak itu, Sinclair mulai melihat dunia dari sudut yang berbeda dan berani mencari jati diri.

DO dan buku kutipan yang terasa hangat

DO EXO pernah membaca The Magical Moment karya Paulo Coelho. Buku ini bukan novel biasa, melainkan kumpulan kutipan Coelho yang mengajak pembaca berhenti sejenak dan mendengarkan diri sendiri.

Buku itu juga dilengkapi ilustrasi karya Joong Hwang Hwang. Perpaduan kata-kata bijak dan visual warna-warni memberi kesan hangat sekaligus ceria saat dibaca.

Ragam bacaan member EXO menunjukkan bahwa fiksi bisa menjadi hiburan sekaligus ruang refleksi. Dari Momo hingga Demian, setiap judul membawa warna cerita berbeda dan tetap menarik untuk masuk daftar bacaan berikutnya.

Source: www.idntimes.com

Terkait