Sebanyak 475.821 keluarga penerima manfaat baru masuk daftar pengganti bansos PKH dan BPNT untuk periode April-Juni 2026. Perubahan ini membuat banyak warga diminta segera memeriksa NIK KTP mereka agar tidak terlambat mengetahui status bantuan.
Pengecekan bisa dilakukan mandiri lewat laman cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Langkah ini menjadi cara tercepat untuk memastikan apakah nama seseorang sudah tercantum dalam pembaruan data terbaru.
Daftar penerima terus diperbarui
Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial mencatat para penerima baru itu ditetapkan sebagai pengganti. Mereka menggantikan KPM sebelumnya yang naik kelas, meninggal, atau terdeteksi sebagai ASN, TNI, Polri, anggota legislatif, maupun keluarganya.
Pergantian ini menjaga jumlah penerima bansos tetap, tetapi datanya terus bergerak mengikuti kondisi terbaru di lapangan. Usulan penerima baru datang dari desa, kelurahan, dinas sosial, dan aplikasi Cek Bansos.
Usulan harus disahkan kepala daerah
Kemensos menegaskan setiap usulan dari desa, kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos harus lebih dulu ditetapkan kepala daerah. Setelah pengesahan itu, data bisa diproses sebagai pengganti untuk penyaluran bansos berikutnya.
Mekanisme ini membuat pembaruan data tetap mengikuti verifikasi daerah. Dengan begitu, daftar penerima tidak bergantung pada satu jalur usulan saja.
Cara cek status pakai NIK KTP
Warga bisa memeriksa status bantuan secara mandiri lewat cekbansos.kemensos.go.id. Pengguna cukup mengisi NIK sesuai KTP, memasukkan kode captcha, lalu menekan tombol Cari Data.
Sistem kemudian menampilkan status penerima bantuan, jenis bansos, dan periode pencairan. Pemeriksaan juga tersedia melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial.
Desil ikut jadi perhatian
Selain status penerima, banyak warga juga memantau desil karena data ini dipakai untuk melihat kelompok kesejahteraan dalam pendataan sosial. Kemensos menegaskan desil tidak dihitung hanya dari pendapatan bulanan.
Penilaiannya mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, hingga kepemilikan aset. Jika data dianggap tidak sesuai, pembaruan bisa dilakukan lewat desa atau kelurahan, dinas sosial, atau fitur usul dan sanggah di aplikasi Cek Bansos.
Pencairan triwulan II masih berlangsung
Kementerian Sosial dan BPS masih menyalurkan bansos triwulan II 2026. Pencairan PKH dan BPNT periode April-Juni telah berjalan sejak 10 April 2026 melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional kini dipercepat setiap triwulan. Ia mengatakan hasil pemutakhiran itu menjadi pedoman penyaluran bansos setiap bulan.
Dengan daftar penerima yang terus berubah, pengecekan NIK menjadi langkah penting bagi warga yang ingin memastikan namanya masuk atau tetap tercatat dalam bantuan PKH dan BPNT. Pemeriksaan cepat lewat kanal resmi juga membantu warga mengetahui status bansos tanpa harus menunggu informasi dari perangkat wilayah.
Source: www.kompas.tv