PDI Perjuangan Jawa Timur menjadikan Iduladha 1447 Hijriah sebagai momentum untuk merawat semangat berbagi yang menjangkau banyak lapisan masyarakat. Tahun ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah, dengan sasaran yang meliputi pesantren, masjid, musala, panti asuhan, hingga kampung warga.
Penyaluran hewan kurban itu tidak berhenti pada simbol kepedulian. Di banyak lokasi, warga ikut terlibat langsung dalam penyembelihan, pembungkusan daging, hingga pendistribusian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Jangkauan yang meluas hingga Madura
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah juga menyalurkan ratusan sapi kurban secara khusus ke wilayah Madura. Sedikitnya 298 ekor sapi didistribusikan ke berbagai wilayah di Madura sebagai bagian dari kepedulian sosial kepada masyarakat.
Pola distribusi ini menunjukkan bahwa kurban tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan. Kehadiran hewan kurban di pesantren, masjid, musala, dan panti asuhan membuat manfaat Iduladha terasa lebih dekat dengan warga.
Gotong royong di tengah tekanan ekonomi
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Didik Prasetiyono menilai Iduladha selalu mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Ia menyebut situasi ekonomi yang masih penuh tantangan membuat kebersamaan menjadi kebutuhan yang nyata.
Didik mengaitkan semangat itu dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang memuat pesan ketulusan, pengorbanan, dan keikhlasan demi kepentingan yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa Iduladha mengajarkan hidup tidak dijalani sendiri, melainkan dengan berbagi dan saling membantu.
Ia juga menyebut pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader partai tetap dekat dengan rakyat. Karena itu, momentum Iduladha dipandang sebagai ruang bagi kader untuk hadir bersama masyarakat, ikut membantu, dan menjaga kebersamaan.
Penyembelihan dilakukan di kota dan kampung warga
Di Surabaya, sebagian penyembelihan hewan kurban dilakukan melalui Rumah Potong Hewan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Namun, banyak penyembelihan tetap berlangsung di masjid, pesantren, dan panti asuhan bersama warga secara gotong royong.
Pola itu membuat suasana Iduladha terasa hidup di banyak titik. Ada warga yang menyumbang tenaga, ada yang membantu membungkus daging, dan ada pula yang mengantar paket daging ke rumah-rumah warga.
Didik menilai pengalaman seperti itu memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Ia menyebut kebiasaan berbagi dalam Iduladha memberi energi positif karena mempertemukan banyak orang dalam semangat kepedulian sosial.
Melalui penyaluran 468 ekor sapi kurban dan distribusi besar ke Madura, PDI Perjuangan Jawa Timur berharap semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Partai menilai tantangan ekonomi dan kehidupan sehari-hari akan terasa lebih ringan ketika dihadapi bersama-sama.
Source: beritajatim.com






