40 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Jalan, Desa Menunggu Ujian Distribusi Baru

Rencana 40.000 Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP memasuki tahap paling penting: siap beroperasi pada Oktober 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan rampung pada September 2026 agar koperasi itu bisa langsung melayani warga sebulan setelahnya.

Target ini menunjukkan perubahan fokus program, dari sekadar membangun banyak unit menjadi memastikan koperasi benar-benar berjalan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan energi pemerintah kini dipusatkan pada penyelesaian 40.000 koperasi, bukan sekadar mengejar angka yang lebih besar.

Fokus pemerintah pada 40.000 koperasi

Usai menghadiri Pelantikan dan Rapat Koordinasi Apdesi se-Sulsel di Makassar, Sabtu (4/7), Zulhas menyampaikan pemerintah telah rapat dengan badan dan kementerian terkait untuk memusatkan penyelesaian pada 40.000 koperasi. Ia juga menyebut jumlah akhirnya masih bisa berada di kisaran 36.000 lebih, tetapi cadangan target tetap disiapkan sampai 40.000 unit.

Pemerintah sebelumnya sempat menyiapkan rencana yang lebih besar. Namun, arah kebijakan sekarang dibuat lebih ketat agar koperasi yang dibangun tidak berhenti di atas kertas dan bisa segera dipakai masyarakat.

Jadi pusat distribusi kebutuhan warga desa

KDMP diproyeksikan menjadi titik distribusi berbagai kebutuhan masyarakat desa. Dalam penjelasan Zulhas, bantuan sosial Program Keluarga Harapan, alat dan mesin pertanian, hingga kebutuhan layanan lain akan dipusatkan di koperasi.

Koperasi itu juga disiapkan untuk melayani pembayaran listrik dan telepon, serta penyaluran barang subsidi seperti pupuk dan gas. Pola ini diharapkan membuat layanan lebih terintegrasi dan warga tidak perlu berpindah ke banyak tempat untuk kebutuhan dasar.

Bukan hanya menyalurkan, tapi juga membeli hasil warga

Selain sebagai pusat distribusi, KDMP juga diarahkan menjadi offtaker atau pembeli langsung hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Skema ini ditujukan memberi kepastian pasar dan menjaga harga tetap layak bagi petani maupun nelayan.

Dengan peran ganda itu, koperasi diposisikan sebagai penghubung antara produksi warga dan kebutuhan harian desa. Pemerintah berharap aktivitas ekonomi desa bergerak melalui lembaga ekonomi milik bersama, bukan hanya bergantung pada satu jalur distribusi.

Fungsi KDMPLayanan yang DisebutkanTujuan
Pusat distribusiBansos PKH, alat dan mesin pertanian, pupuk, gasLayanan lebih terintegrasi
Layanan masyarakatPembayaran listrik dan teleponMemudahkan akses kebutuhan dasar
Of f takerHasil pertanian dan perkebunan wargaMemberi kepastian pasar dan harga

Kesiapan daerah menunggu instruksi pusat

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menyampaikan 40.000 KDMP yang segera beroperasi diharapkan memberi pelayanan yang lebih baik. Ia menilai penataan koperasi bisa lebih rapi jika seluruh proses mengikuti arahan pusat.

Namun, untuk operasional koperasi masih menunggu instruksi pemerintah pusat. Jufri menegaskan penetapan jumlah maupun pengurangan koperasi harus mengikuti aturan pusat, termasuk soal kriteria yang akan digunakan jika ada penyesuaian jumlah.

Di Sulsel sendiri, kepengurusan dan manajemen Kopdes Merah Putih telah terbentuk sebanyak 3.059 pengurus yang tersebar di 24 kabupaten kota. Struktur ini menjadi bagian dari persiapan agar koperasi bisa segera bergerak ketika instruksi operasional diterbitkan.

Dengan target besar yang mulai dikerucutkan, KDMP kini berada pada fase yang menentukan. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada seberapa cepat jaringan koperasi itu benar-benar siap melayani kebutuhan desa, dari distribusi barang sampai penyerapan hasil produksi warga.

Source: mediaindonesia.com
Terkait