Bukan Cuma Oli Mesin, 4 Pelumas Mobil Ini Bisa Bikin Biaya Servis Membengkak

Author: Cung Media

Banyak pemilik mobil masih fokus ke oli mesin, padahal ada 4 pelumas lain yang juga harus diganti rutin. Jika diabaikan, kerusakannya bisa merembet ke komponen penting dan biaya perbaikannya jauh lebih mahal.

Pesan itu kembali mengemuka karena pelumas di mobil bekerja di sistem yang berbeda, mulai dari transmisi hingga power steering. Saat kualitasnya menurun, fungsi perlindungan ikut turun dan risiko gesekan berlebih makin besar.

Oli mesin memang penting, tapi bukan satu-satunya

Kepala Bengkel Auto2000 Pramuka, Suparna, mengingatkan bahwa banyak pemilik mobil belum akrab dengan pelumas selain oli mesin. Padahal, oli transmisi, oli gardan pada mobil penggerak belakang, hingga oli power steering sama-sama perlu mendapat perhatian berkala.

Oli mesin sendiri umumnya dianjurkan diganti setiap 6 bulan sekali atau saat mobil menjalani perawatan rutin. Jika kualitasnya menurun, pelumasan komponen tidak lagi optimal dan gesekan antarkomponen meningkat.

Dalam jangka panjang, kondisi itu bisa mempercepat keausan hingga membuat komponen mesin rusak atau macet. Karena itu, membatasi perawatan hanya pada oli mesin tidak cukup untuk menjaga mobil tetap sehat.

4 pelumas yang sering terlupakan

Pelumas Fungsi Utama Risiko Jika Diabaikan
Oli mesin Melumasi komponen mesin agar kerja tetap optimal Gesekan meningkat, komponen aus, mesin bisa rusak atau macet
Oli transmisi Menjaga kerja sistem pemindah tenaga tetap halus dan terlindungi Kerja komponen terganggu dan risiko kerusakan meningkat
Oli gardan Melindungi sistem gardan pada mobil penggerak belakang Gesekan naik dan komponen gardan bisa rusak
Oli power steering Menjaga sistem power steering tetap berfungsi baik Kinerja sistem terganggu dan kerusakan komponen bisa terjadi

Oli transmisi sering luput karena pemilik mobil lebih dulu memperhatikan oli mesin. Padahal, pelumas ini berperan menjaga sistem pemindah tenaga tetap halus dan terlindungi agar performa tidak turun.

Jika oli transmisi dibiarkan terlalu lama, perlindungan pelumasan tidak lagi optimal. Saat itu terjadi, kerusakan pada komponen transmisi biasanya membutuhkan biaya penanganan yang lebih besar dibanding penggantian pelumas secara rutin.

Oli gardan dan power steering sama-sama tak boleh disepelekan

Untuk mobil penggerak belakang, oli gardan termasuk pelumas penting karena bekerja pada sistem yang menerima beban besar saat menyalurkan tenaga ke roda. Karena posisinya tidak seterkenal oli mesin, komponen ini justru sering terlewat saat servis.

Suparna menegaskan bahwa menyepelekan penggantian oli gardan bisa berakibat fatal. Saat pelumasan menurun, gesekan antarkomponen di gardan meningkat dan risiko kerusakan ikut naik, sementara biaya perbaikannya berpotensi jauh lebih mahal.

Hal serupa juga berlaku pada oli power steering. Sistem ini tetap membutuhkan pelumas yang kondisinya baik agar kinerja tetap terjaga dan komponen tidak cepat bermasalah.

Begitu kualitas oli power steering turun dan dibiarkan terlalu lama, kerusakan komponen bukan lagi kemungkinan yang jauh. Karena itu, servis rutin seharusnya tidak hanya mengecek oli mesin, tetapi juga seluruh pelumas yang bekerja di mobil.

Pemeriksaan berkala menjadi langkah paling aman untuk mencegah pengeluaran membengkak. Dengan penggantian yang tepat waktu, performa mobil tetap terjaga dan risiko kerusakan pada komponen penting bisa ditekan sejak awal.

Terbaru