4 Fitur Lama iPhone yang Layak Kembali di iOS 27, dari Touch ID sampai Jack Audio

Menjelang pembahasan awal soal iOS 27, sorotan justru mengarah ke fitur lama iPhone yang masih dirindukan banyak pengguna. Empat fitur ini dinilai bukan sekadar nostalgia, tetapi solusi praktis yang dulu memberi kontrol lebih besar dalam pemakaian harian.

Yang menarik, daftar ini tidak berisi teknologi baru. Isinya justru fitur lawas yang dianggap belum benar-benar tergantikan, mulai dari biometrik sidik jari hingga sakelar konektivitas yang lebih tegas.

Touch ID masih jadi nama paling kuat

Touch ID adalah fitur yang paling sering disebut saat pembahasan soal kembalinya fitur lama iPhone. Sebelum Face ID hadir di iPhone X, sensor sidik jari ini menjadi metode biometrik andalan Apple.

Banyak pengguna menilai Touch ID cepat dan andal untuk membuka kunci iPhone maupun menyetujui pembayaran. Face ID memang sudah mampu menjalankan hampir semua fungsi yang sama, tetapi sebagian orang tetap merasa sidik jari lebih nyaman dipakai.

Harapan untuk menghadirkan kembali Touch ID tidak berarti Face ID harus digantikan sepenuhnya. Kombinasi keduanya justru dianggap bisa memberi fleksibilitas lebih besar tanpa mengorbankan keamanan.

3D Touch masih dianggap lebih sigap

Fitur lain yang juga sering dirindukan adalah 3D Touch, teknologi layar sensitif tekanan yang pertama kali diperkenalkan pada iPhone 6s dan 6s Plus. Lewat fitur ini, pengguna bisa menekan ikon aplikasi lebih kuat untuk membuka aksi cepat atau melihat pratinjau tautan.

Apple kemudian menggantinya dengan Haptic Touch yang hadir di iPhone XR. Perbedaannya, Haptic Touch mengandalkan tekan lama dan lebih mudah diterapkan karena berbasis perangkat lunak.

Bagi banyak pengguna, Haptic Touch memang cukup untuk kebutuhan umum. Namun, 3D Touch masih dinilai lebih cepat dan lebih nyaman karena mampu membedakan tekanan, bukan hanya durasi sentuhan.

Wi-Fi dan Bluetooth yang benar-benar mati masih dinanti

Keluhan lain datang dari cara Bluetooth dan Wi-Fi bekerja di Control Center. Pada iPhone modern, tombol itu tidak sepenuhnya mematikan koneksi saat ditekan.

Sistem hanya memutus sambungan dari jaringan atau aksesori yang sedang aktif, sementara layanan tetap menyala untuk fungsi lain seperti AirDrop. Bagi pengguna yang ingin sakelar on/off yang jelas, model seperti ini terasa kurang tegas.

Masalahnya sederhana, tetapi penting dalam pemakaian harian. Saat tombol dimatikan, pengguna ingin yakin bahwa konektivitas itu benar-benar nonaktif, bukan sekadar terputus sementara dari perangkat tertentu.

Jack headphone 3,5 mm masih punya pembela

Jack headphone 3,5 mm menjadi fitur keempat yang kerap masuk daftar harapan. Port ini dihapus dari iPhone 7 dan sejak itu menjadi salah satu keputusan Apple yang paling kontroversial.

Earbud nirkabel seperti AirPods memang menawarkan penggunaan yang praktis tanpa kabel. Namun, headphone berkabel tetap punya keunggulan yang sulit diabaikan, termasuk tidak membutuhkan baterai tambahan, latensi lebih rendah, dan kompatibilitas yang lebih luas.

Kembalinya jack headphone dinilai kecil kemungkinannya, tetapi permintaan itu terus muncul karena memberi lebih banyak pilihan. Keputusan Apple menghapus port tersebut juga terkait dengan desain iPhone yang dibuat lebih tahan air, sehingga perdebatan ini bukan hanya soal nostalgia.

Fitur LamaAlasan Masih DirindukanKonteks di iPhone Modern
Touch IDCepat, andal, dan terasa lebih nyaman bagi sebagian penggunaDigantikan Face ID sejak iPhone X
3D TouchInteraksi lebih sigap lewat tekanan layarDiganti Haptic Touch di iPhone XR
Bluetooth dan Wi-Fi di Control CenterPengguna ingin tombol yang benar-benar mematikan koneksiSaat ditekan, koneksi tidak sepenuhnya mati
Jack headphone 3,5 mmPraktis, tanpa baterai, latensi rendah, dan lebih kompatibelDihapus dari iPhone 7

Keempat fitur ini terus dibicarakan karena menawarkan hal yang sangat konkret bagi pengguna (kecepatan, kenyamanan, kesederhanaan, dan kontrol langsung). Touch ID memberi opsi biometrik tambahan, 3D Touch menghadirkan interaksi yang lebih sigap, jack headphone menawarkan koneksi audio yang mudah, dan kontrol penuh Wi-Fi serta Bluetooth menjawab kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Itulah sebabnya pembahasan soal iOS 27 tidak hanya tertuju pada fitur baru. Bagi banyak pengguna iPhone, pembaruan yang paling terasa justru bisa datang dari kembalinya fitur lama yang dulu dianggap lebih praktis dalam penggunaan sehari-hari.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait