Bangun pagi sering dianggap sekadar kebiasaan orang disiplin, padahal dampaknya bisa lebih luas dari yang terlihat. Sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa rutinitas ini berkaitan dengan kesehatan mental, metabolisme, dan konsistensi olahraga.
Bukan berarti semua orang harus memaksa diri menjadi morning person. Namun, bagi mereka yang bisa menjaga pola tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, ada beberapa manfaat yang menurut para ahli patut diperhatikan.
1. Mendukung Kesejahteraan Mental
Penelitian yang dipublikasikan dalam PLOS One dan Brain Sciences menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan bangun lebih awal dengan tingkat gangguan kesehatan mental yang lebih rendah. Orang yang terbiasa melakukannya cenderung memiliki tingkat depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis yang lebih rendah dibandingkan mereka yang aktif hingga larut malam.
Karman Meyer, RDN., LDN., RYT., menjelaskan bahwa bangun pagi membantu tubuh menyelaraskan diri dengan cahaya alami siang hari. Proses ini ikut mengatur jam biologis 24 jam tubuh dan dapat mendukung kesejahteraan mental.
Kebiasaan itu juga membuat interaksi sosial lebih mudah mengikuti jadwal umum di masyarakat. Dalam praktiknya, hal ini ikut memberi efek baik bagi kesehatan secara menyeluruh.
2. Meningkatkan Kesehatan Metabolik
Bangun pagi juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan fisik dan metabolik. Simran Malhotra, MD., DipABLM., CHWC., mengatakan kepada Eating Well bahwa aktivitas yang dimulai lebih awal berhubungan dengan perbaikan penanda kesehatan metabolik.
Penanda tersebut mencakup indeks massa tubuh yang lebih rendah serta pengendalian kolesterol dan gula darah yang lebih baik. Keselarasan ritme sirkadian yang lebih baik pada pagi hari dapat membantu efisiensi metabolisme dan mengurangi kebiasaan makan larut malam.
Malhotra juga menyoroti studi terbaru yang menemukan bahwa orang dengan kronotipe malam atau night owls cenderung memiliki kesehatan kardiovaskular yang lebih buruk dibandingkan orang yang bangun pagi.
| Manfaat | Dampak yang Disebutkan | Sumber yang Dikutip |
|---|---|---|
| Kesejahteraan mental | Risiko depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis lebih rendah | PLOS One, Brain Sciences |
| Kesehatan metabolik | IMT lebih rendah, kolesterol dan gula darah lebih terkontrol | Eating Well, Simran Malhotra |
| Konsistensi olahraga | Lebih mudah menjaga rutinitas sebelum kesibukan harian dimulai | Karman Meyer |
3. Mendorong Konsistensi dalam Berolahraga
Olahraga kapan pun tetap bermanfaat, tetapi bangun pagi sering membuat rutinitas ini lebih mudah dipertahankan. Karman Meyer menyebut mereka yang terbiasa bangun pagi lebih mungkin menyempatkan diri berolahraga sebelum tanggung jawab harian dimulai.
Waktu olahraga yang lebih awal juga dapat membantu membentuk jadwal yang lebih teratur. Ritme sirkadian tubuh ikut lebih selaras, sehingga tubuh cenderung lebih waspada di pagi hari dan lebih rileks pada malam hari.
Meski begitu, kualitas tidur tetap menjadi faktor utama. Kualitas dan durasi tidur disebut lebih penting daripada memaksakan diri menjadi orang yang bangun pagi.
Karena itu, manfaat bangun pagi paling terasa ketika kebiasaan ini berjalan bersama pola tidur yang sehat dan konsisten.
