3 Kebiasaan Akhir Pekan yang Diam-Diam Bisa Menaikkan Risiko Diabetes

Author: Cung Media

Akhir pekan sering terasa seperti waktu aman untuk melepas lelah, tetapi justru di momen inilah beberapa kebiasaan kecil bisa diam-diam mendorong risiko diabetes tipe 2. Tiga pola yang paling sering muncul adalah kurang tidur, makan berlebihan dengan menu tinggi gula dan lemak, serta konsumsi alkohol.

Ketiganya kerap dianggap wajar karena terjadi sesekali, padahal jika berulang dari minggu ke minggu, dampaknya bisa menumpuk. Risiko itu bukan hanya soal gula darah, tetapi juga bisa berkaitan dengan berat badan, pengaturan nafsu makan, dan kesehatan jantung.

Kurang tidur saat akhir pekan

Banyak orang memakai akhir pekan untuk begadang atau menebus waktu istirahat yang hilang. Kebiasaan ini justru dapat mengganggu pengaturan gula darah karena memengaruhi kortisol, hormon lapar dan kenyang, serta meningkatkan resistensi insulin.

Kaitlin Hippley, M.Ed., RDN, LD, CDCES, menjelaskan bahwa saat sel tubuh menjadi resistan terhadap insulin, gula tetap berada di aliran darah dan tidak masuk ke sel untuk dipakai sebagai energi. Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko prediabetes dan diabetes tipe 2 bisa meningkat.

Kurang tidur juga bisa menjadi lebih berisiko ketika dibarengi makan berlebihan yang tinggi kalori. Kombinasi itu dapat memicu kenaikan berat badan dan membuat pengelolaan gula darah semakin sulit.

Jajan kuliner dengan porsi besar dan tinggi gula

Akhir pekan juga sering menjadi momen berburu kuliner, dari makanan olahan sampai sajian manis dan berlemak. Sesekali makan di luar tentu bukan masalah, tetapi kebiasaan memilih makanan tinggi gula dan lemak secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Hippley menyebut sering mengonsumsi makanan olahan dan gula tambahan berlebihan membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih sulit seiring waktu. Ukuran porsi ikut berperan besar, terutama bila makanan yang dipilih mengandung karbohidrat olahan, natrium, gula tambahan, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

Kebiasaan Dampak Utama Catatan
Kurang tidur Resistensi insulin, gangguan kortisol Risiko naik bila dibarengi makan berlebihan
Makanan tinggi gula dan lemak Pengelolaan gula darah makin sulit Porsi besar dan makanan olahan memperbesar risiko
Alkohol Gangguan tidur, nafsu makan, dan hati Kalori tinggi dan dapat memicu pilihan makan yang tidak sehat

Alkohol yang terlihat santai, tetapi berisiko

Sebagian orang menganggap minum alkohol di akhir pekan sebagai cara bersantai. Namun, minuman beralkohol telah dikaitkan erat dengan risiko diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.

Alkohol juga dapat merusak hati dan meningkatkan peradangan, yang pada akhirnya berdampak buruk pada pengaturan gula darah. Kandungan kalorinya yang tinggi membuat efeknya bisa semakin terasa jika dikonsumsi tanpa kontrol.

Vandan Sheth, RDN, CDCES, FAND, mengatakan konsumsi alkohol dapat mengganggu tidur, memengaruhi pengaturan nafsu makan, dan mendorong seseorang memilih makanan yang tidak sehat setelah minum. Karena itu, pembatasan alkohol dan minuman manis lain menjadi langkah yang dianjurkan, dengan pilihan yang lebih sehat seperti air putih atau infused water.

Kebiasaan kecil yang efeknya bisa menumpuk

Masalah utamanya bukan pada akhir pekan, melainkan pada pola yang terus terulang. Saat kurang tidur, makan berlebihan, dan minum alkohol menjadi rutinitas, tubuh kehilangan kesempatan untuk menjaga gula darah tetap stabil.

Perubahan kecil bisa membantu menekan risiko itu tanpa harus mengubah seluruh pola hidup sekaligus. Tidur yang cukup, porsi makan yang lebih terkontrol, dan pilihan minuman yang lebih sehat dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga tubuh tetap lebih aman dari diabetes.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru