Polda Metro Jaya mengungkap bahwa 16 influencer yang pernah bekerja sama dengan Hanania Travel telah mengembalikan uang saku yang mereka terima. Total dana yang masuk ke penyidik mencapai Rp110 juta dan kini disita sebagai barang bukti.
Langkah itu menambah sorotan pada penyidikan dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang menyeret nama Hanania Travel. Polisi kini tidak hanya menelusuri peran perusahaan, tetapi juga aliran dana yang diduga terkait dengan kerja sama promosi.
Dana Rp110 juta kini diamankan penyidik
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengatakan pengembalian uang itu masuk dalam rangkaian pemeriksaan yang masih berjalan. Ia menegaskan identitas para influencer yang mengembalikan dana belum dibuka karena materi tersebut masih berada dalam proses penyidikan.
Menurut Andaru, dari 16 orang yang sudah diperiksa, ada beberapa influencer yang memilih mengembalikan uang saku yang mereka terima. Dana tersebut kemudian diamankan penyidik untuk memperkuat pembuktian dalam kasus yang tengah ditangani.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Jumlah influencer yang diperiksa | 16 orang |
| Total dana yang dikembalikan | Rp110 juta |
| Status dana | Disita sebagai barang bukti |
Penyidikan melebar ke dugaan aliran dana promosi
Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rachman, telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, sebelumnya menyebut sebagian dana milik jemaah diduga dipakai untuk membayar sejumlah influencer. Dugaan itulah yang membuat penyidik mendalami hubungan kerja sama promosi dengan sumber dana yang digunakan perusahaan.
Sejumlah figur publik sudah dimintai keterangan
Sejauh ini, beberapa publik figur telah diperiksa sebagai saksi. Nama-nama yang disebut antara lain Davina Karamoy, Keanu Angelo, Thariq Halilintar, Aaliyah Massaid, Anwar BAB, Praz Teguh, Awkarin, Roger Danuarta, dan Cut Meyriska.
Pemeriksaan para influencer dan publik figur tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memetakan bentuk kerja sama promosi dengan Hanania Travel. Penyidik ingin memastikan bagaimana hubungan itu dijalankan dan apakah ada kaitannya dengan penggunaan dana jemaah.
Fokus polisi masih pada aliran dana
Hingga kini, Polda Metro Jaya masih mendalami aliran dana serta pola kerja sama promosi Hanania Travel dengan para influencer. Proses itu dilakukan untuk mengungkap rangkaian kasus secara menyeluruh dan memastikan peran tiap pihak dapat dipetakan dengan tepat.
Dengan adanya pengembalian uang saku senilai Rp110 juta, penyidik kini memegang tambahan barang bukti untuk memperkuat pembuktian. Pemeriksaan lanjutan masih terus berjalan seiring upaya polisi menelusuri keterkaitan antara promosi, pembayaran influencer, dan dana jemaah umrah.
Source: www.medcom.id






