Sebanyak 12 desainer muda kini bersiap melangkah ke panggung BTN Indonesia Fashion Week 2026 setelah lolos dari semifinal Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC) 2026. Mereka tidak hanya membawa rancangan busana, tetapi juga membawa harapan agar warisan budaya bisa tampil lebih modern dan punya nilai jual di industri mode.
Ajang ini menarik perhatian karena proses seleksinya tidak hanya mencari karya yang indah. Kompetisi ini juga menyiapkan talenta baru yang diharapkan mampu masuk ke pasar fashion dengan desain yang kreatif, rapi, nyaman dipakai, dan layak jual.
Dari ratusan sketsa hingga 12 finalis
Semifinal IYFDC 2026 berlangsung pada 3 Juni 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Dari lebih dari 200 sketsa desain yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia, juri memilih 50 semifinalis sebelum akhirnya mengerucut menjadi 12 finalis terbaik.
Para finalis terpilih akan mempersiapkan koleksi akhir mereka untuk ditampilkan di Jakarta International Convention Center atau JICC. Panggung itu menjadi bagian dari BTN Indonesia Fashion Week 2026 yang digelar pada 29 Juli–2 Agustus 2026.
Ulos sebagai inspirasi utama
Tahun ini, BTN Indonesia Fashion Week mengusung tema besar “Ulos Simetria”. Tema tersebut hadir lewat kolaborasi APPMI, BTN, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dekranasda Sumatera Utara, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara.
IYFDC 2026 ikut membawa tema “Threads of North Sumatra: Tradition in Contemporary Silhouette”. Tema ini mendorong desainer muda mengeksplorasi tekstil, motif, warna, dan nilai filosofis budaya Sumatera Utara, lalu menerjemahkannya menjadi busana kontemporer yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Misan Kopaka, Wakil Ketua Umum APPMI Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan sekaligus juri IYFDC 2026, menilai tema itu dipilih untuk mendorong desainer muda menggali warisan budaya Tanah Air. Ia juga menilai pendekatan modern dibutuhkan agar warisan budaya bisa diperkenalkan dengan cara yang lebih segar.
Penilaian tak hanya soal estetika
Proses penjurian IYFDC dilakukan oleh dewan juri profesional dengan empat aspek utama, yaitu keindahan desain, kerapihan, daya pakai, dan daya jual. Dari penilaian itu, 12 finalis dipilih karena dinilai mampu mengembangkan warisan budaya menjadi produk fashion yang kreatif sekaligus punya potensi komersial.
Poppy Dharsono, Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden BTN Indonesia Fashion Week, menegaskan bahwa IYFDC tidak berhenti pada pencarian juara. Ajang ini juga diposisikan sebagai wadah pembinaan bagi generasi baru desainer Indonesia.
Poppy menambahkan, tujuan IYFDC adalah mencetak desainer muda yang memiliki potensi dan bakat agar berkembang di industri fashion dan mendapat kesempatan bersaing di tingkat internasional. Naniek Rachmat, Wakil Ketua Bendahara APPMI sekaligus Direktur Keuangan BTN Indonesia Fashion Week dan juri IYFDC 2026, juga menyampaikan bahwa seleksi dilakukan bertahap untuk mencari talenta terbaik yang akan mendapat pembinaan lanjutan.
Daftar 12 finalis yang lolos
Kedua belas finalis yang akan tampil di BTN Indonesia Fashion Week 2026 adalah Agung Gumelar, Aminullah, David Bryan Adam, Dynis Nova S.S., Evangelista, Giselle Tiomualana, Jovana Chandra, Rafa Zahra Syakirah, Rizki Ramadityo Wicaksono, Sebastian Nainggolan, Syahrus Farabish, dan Tashannie Abigail Loekman.
Dewan juri IYFDC 2026 terdiri dari Poppy Dharsono, Naniek Rachmat, Misan Kopaka, Dana Duriyatna dari APPMI DKI Jakarta, serta Ariy Arka dari APPMI DKI Jakarta yang juga dikenal sebagai fashion designer dan praktisi bisnis. Kehadiran juri dari latar pendidikan, bisnis, dan desain memberi arah yang kuat pada kompetisi ini.
Dengan komposisi itu, ajang ini menempatkan desainer muda bukan hanya sebagai peserta lomba, tetapi juga sebagai calon pelaku industri mode. Mereka kini bersiap membawa interpretasi baru atas ulos dan budaya Sumatera Utara ke panggung fashion nasional.
Source: www.idntimes.com






