Banyak teknologi yang kini terasa sangat modern ternyata sudah berusia puluhan tahun, bahkan ada yang jejaknya mencapai abad ke-19. Yang terlihat baru sering kali bukan idenya, melainkan momentumnya saat teknologi itu akhirnya murah, praktis, dan cocok dipakai publik luas.
Pola itu muncul di banyak bidang sekaligus, dari komunikasi digital sampai transportasi. Internet, email, layar sentuh, hingga mobil listrik menunjukkan hal yang sama: teknologi bisa lahir jauh lebih awal daripada saat orang benar-benar mulai menganggapnya bagian dari kehidupan sehari-hari.
Internet dan email lebih tua dari era komputer pribadi
Internet berawal pada 1960-an lewat ARPANET, proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dirancang agar jaringan tetap berjalan meski sebagian titik rusak. Dari kebutuhan itu lahir konsep paket data yang bisa diarahkan melalui jalur fisik berbeda.
Pada masa itu, komputer pribadi belum dikenal seperti sekarang. Komputer masih berupa mesin besar di dalam gedung, dan banyak orang harus berbagi waktu pakai untuk mengaksesnya.
Email juga muncul lebih awal dari dugaan banyak orang. Ray Tomlinson mengirim email pertama pada 1971 saat bekerja dengan komputer time-sharing, lalu mengembangkan konsep pesan lintas jaringan dengan simbol “@”.
Layar sentuh, AI, dan VR sudah dibayangkan lama
Layar sentuh bukan produk khas era smartphone. Teknologi ini sudah ada sejak pertengahan 1960-an, ketika Leon D. Harmon dari Bell Labs membuat layar sentuh pertama yang hanya bisa mengenali stylus khusus.
E.A. Johnson dari U.K. Royal Radar Establishment kemudian mengembangkan layar sentuh kapasitif yang digerakkan jari untuk membantu pengendalian lalu lintas udara. Di sisi lain, perangkat seperti PDA memakai layar resistif yang butuh stylus, dan Newton milik Apple menjadi salah satu contoh awalnya.
Kecerdasan buatan juga punya akar panjang. Gagasan tentang mesin berpikir sudah muncul dalam cerita automata dan mesin hitung mekanik selama berabad-abad, tetapi titik awal modernnya paling sering dikaitkan dengan Perang Dunia II.
Alan Turing menjadi salah satu tokoh penting pada masa itu. Ia menulis sejumlah makalah tentang AI dan mengusulkan Turing Test untuk mengukur apakah mesin sudah mencapai kecerdasan setara manusia.
Virtual reality pun bukan teknologi baru. Babak awalnya muncul pada akhir 1960-an lewat “Sword of Damocles” karya Ivan Sutherland, yang menjadi head-mounted display pertama di dunia meski bentuknya besar dan rumit.
VR sempat kembali populer pada 1990-an lewat gim arcade dan produk konsumen yang mahal. Namun teknologi saat itu belum matang, dan Oculus Rift pada 2015 dianggap menyelesaikan banyak masalah teknis.
Rumah pintar dan cloud lahir dari ide lama
Rumah pintar juga bukan konsep baru. X10, sistem otomasi rumah pertama, lahir pada 1975 dan memungkinkan perangkat saling berkomunikasi lewat kabel listrik di dalam rumah.
Cloud computing pun punya akar jauh ke belakang. Sebelum era PC, komputer besar sudah dipakai bersama oleh banyak orang, dan prinsip serupa kini hidup kembali lewat server jarak jauh untuk streaming gim, dokumen online, dan layanan seperti Chromebook.
Mobil listrik, 3D printing, dan CD sudah ada sejak lama
Mobil listrik sudah melaju sebelum mobil bensin menjadi dominan. Prototipe pertamanya muncul pada 1830-an, dan jika menghitung kendaraan dengan baterai isi ulang, jejaknya tetap mundur sampai 1859.
Dominasi mobil listrik sempat tertahan oleh biaya, minyak yang melimpah, produksi massal Ford Model T, dan keterbatasan baterai. Meski begitu, kendaraan ini dinilai lebih senyap dan lebih mudah dikendalikan daripada mobil awal berbahan bakar bensin.
3D printing juga bukan teknologi baru. Stereolithography dipatenkan Charles Hull pada 1984, lalu disusul selective laser sintering dan fused deposition modeling pada akhir 1980-an.
Teknologi itu lama berada di ranah bisnis besar karena mahal dan rumit. Baru pada akhir 2000-an proyek RepRap menunjukkan printer 3D desktop yang terjangkau, dan kini printer multi-material berwarna bisa dibeli di bawah $500.
CD sering disangka lahir pada era 1990-an, padahal teknologinya dikembangkan pada akhir 1970-an. Sony dan Philips merilis pemain CD pertama pada awal 1980-an, lalu pada 1988 penjualan CD melampaui vinyl.
Format ini juga berkembang menjadi media penyimpanan data dan memengaruhi perangkat seperti game console, DVD, dan Blu-ray. Di tengah kebangkitan minat pada format fisik, CD tetap menjadi contoh jelas bahwa teknologi yang terlihat baru sering kali punya umur yang jauh lebih panjang daripada reputasinya.
