1.066 Mahasiswa UPI Diterjunkan, Pemprov Jabar Cari Jalan Cepat Atasi Kekurangan Guru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih langkah cepat untuk menutup kekurangan guru di sekolah negeri dengan menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia. Melalui Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan atau PROBIDIK, 1.066 mahasiswa UPI akan diterjunkan ke sekolah-sekolah sesuai kebutuhan riil satuan pendidikan.

Skema ini hadir di tengah situasi ketika ribuan guru di Jawa Barat memasuki masa pensiun setiap tahun. Jumlah guru pengganti belum mampu mengimbangi kebutuhan, sehingga kekosongan tenaga pendidik dikhawatirkan terus melebar jika tidak segera ditangani.

Penempatan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi menegaskan bahwa penempatan mahasiswa tidak dilakukan secara acak. Proses pencocokan dilakukan antara kebutuhan guru di sekolah dan bidang keahlian mahasiswa agar penugasan lebih tepat sasaran.

Seluruh mahasiswa yang terlibat juga sudah melewati rekrutmen dan pembekalan dari UPI dan Pemprov Jabar. Selama bertugas, mereka akan didampingi dosen pembimbing dari UPI dan guru pamong dari sekolah.

Kolaborasi untuk menjaga proses belajar tetap berjalan

PROBIDIK dirancang bukan hanya sebagai penutup sementara kebutuhan pengajaran. Program ini juga diharapkan menjaga proses belajar di sekolah tetap berjalan di tengah tekanan kekurangan tenaga pendidik.

Pemprov Jabar menilai persoalan pendidikan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua dipandang menjadi kunci menghadapi keterbatasan sekaligus kompleksitas pendidikan saat ini.

Fokus tidak hanya pada ruang kelas

Kerja sama tersebut ditandatangani di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dan dirangkaikan dengan kegiatan Munajat Cinta, Menjemput Tahun Baru dan Murid Baru 1 Muharam 1448 Hijriah. Acara itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jabar Purwanto, para Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I sampai XIII, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menilai tantangan pendidikan saat ini tidak berhenti pada anggaran atau sarana prasarana. Menurut dia, persoalan paling besar justru ada pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Dedi juga menekankan pentingnya mengembalikan peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter anak. Dalam pandangannya, pendidikan sejati dibangun lewat keteladanan, cinta, dan keikhlasan yang tumbuh dari keluarga maupun sekolah.

Source: www.tarungnews.com

Terkait